
Salah satu hadits yang mungkin
sudah familiar di telinga kaum wanita adalah hadits yang menerangkan
bahwa mayoritas penduduk neraka di dominasi oleh golongan perempuan, Ada
sebagaian orang bertanya apakah ini tidak mendeskreditkan kaum wanita?
maka jawabannya "Tidak,jika kita mengetahui sebabnya". Mari kita kaji
kaji hadits-hadits berikut ini:
1. Hadits riwayat Imam Bukhori
خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ إِلَى
الْمُصَلَّى فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ :»يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ
تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ «.فَقُلْنَ
وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: » تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ
الْعَشِيرَ مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ
الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ « .قُلْنَ وَمَا نُقْصَانُ
دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟قَالَ : » أَلَيْسَ شَهَادَةُ
الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ؟ قُلْنَ: بَلَى. قَالَ:
فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا، أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ
وَلَمْ تَصُمْ؟ « .قُلْنَ: بَلَى. قَالَ : » فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ
دِينِهَا « .
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy radhiyallahu anhu, ia berkata:
“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar pada hari
raya Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat dan melalui
sekelompok wanita. Beliau bersabda,’Wahai kaum wanita bersedekahlah,
sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas
penghuni neraka.’ Mereka bertanya,’Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau
menjawab,’Kalian banyak melaknat dan durhaka terhadap suami. Dan
tidaklah aku menyaksikan orang yang memiliki kekurangan akal dan agama
yang dapat menghilangkan akal kaum laki-laki yang setia daripada salah
seorang diantara kalian. Mereka bertanya,’Apa yang dimaksud dengan
kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?’ Beliau
menjawab,’Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan separuh dari
kesaksian seorang pria?’ Mereka menjawab,’Benar.’ Beliau berkata
lagi,’Bukankah apabila wanita mengalami haidh maka dia tidak melakukan
shalat dan puasa?’ Mereka menjawab,’Benar.’ Beliau shallallahu ‘alaihi
wasallam berkata,’itulah(bukti) kekurangan agamanya.’ (HR. Bukhari)
2. Di dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
اطّلعت في الجنة فرأيت أكثر أهلها الفقراء ، واطلعت في النار فرأيت أكثر أهلها النساء
“Aku melihat ke dalam Surga maka akumelihat kebanyakan penduduknya
adalah orang-orang fakir, dan aku melihat ke dalam neraka maka aku
menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan
Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)
3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَركَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ
أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ:
بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ
وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ
الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ
خَيْرًا قَطُّ
“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat
pemandangan seperti hari itu. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya
adalah para wanita.” Ditanyakan kepada beliau, “Mengapa para wanita
menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab,
“Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya lagi, “Apakah para
wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan)
mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya
engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu,
kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan
di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah
melihat kebaikan darimu’.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Maksud dari semua hadits diatas rasulullah memberikan rambu-rambu kepada
golongan wanita untuk selalu menjaga diri dari kemaksiatan yang sering
dilakukan wanita dan dapat menjerumuskan kedalam api neraka namun
sebenarnya sangat mudah juga wanita untuk masuk surga sebagaimana yang
akan dijelasakan.
Dari beberapa hadits yang diatas, kita dapat mengetahui beberapa sebab
yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam api neraka,Di antaranya adalah
sebagai berikut:
1. Banyak Melaknat
Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam: “Kalian banyak melaknat”.Imam Nawawi menyebutkan bahwa para
ulama telah bersepakat akan haramnya melaknat. Laknat dalam bahasa Arab
artinya adalah menjauhkan. Sedangkan menurut syariat artinya adalah
menjauhkan dari rahmat Allah dan kebaikan-Nya. Dan tidak diperbolehkan
bagi seseorang menjauhkan orang-orang yang tidak diketahui keadaannya
dan akhir perkaranya dengan pengetahuan yang pasti dari rahmat dan
karunia Allah. Karena itu mereka mengatakan,’Tidak boleh melaknat
seseorang yang secara dhahir adalah seorang muslim atau kafir kecuali
terhadap orang yang telah kita ketahui menurut dalil syar’i bahwa dia
mati dalam keadaan kafir seperti Abu Jahal atau iblis.
2. Durhaka terhadap suami dan mengingkari kebaikan-kebaikannya
Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam: “Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur
(ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya”.Kedurhakaan semacam ini banyak
sekali kita dapati dalam kehidupan keluarga kaum Muslimin, yakni seorang
istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu
yang panjang hanya disebabkan sikap atau perbuatan suami yang tidak
cocok dengan kehendak sang istri. Padahal yang harus dilakukan oleh
seorang istri ialah bersyukur atas kebaikan yang diberikan suaminya,
janganlah ia mengkufurinya karena Allah tidak akan melihat kepada istri
semacam ini.
Termasuk dalam bentuk kedurhakaan istri kepada suami adalah hal-hal
berikut ini apabila dilakukan tanpa alasan yang dibenarkan syari’at:
bermuka masam ketika melayaninya, tidak mau berdandan atau mempercantik
diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu, menyebarkan
aib suami kepada orang lain, menolak bersafar (melakukan perjalanan)
bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan
menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, bersenda
gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan
mahramnya,meminta cerai dari suaminya tanpa sebab yang syar’i, dan yang
semisalnya.
3. Tabarruj (bersolek)
Tabarruj termasuk dosa besar sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Adz
Dzahabi rahimahullah di dalam kitab Al Kabair halaman 131 dan Ibnu Hajar
AL Haitami dalam kitabnya (Az zawajir 'anil iqtiraafil kabaair), dosa
besar no. 108.
Devinisi tabarruj menurut Imam Ibnu Mandzur, dalam Lisaan al-’Arab
menyatakan; “Wa al-tabarruj: idzhaar al-mar`ah ziinatahaa wa
mahaasinahaa li al-rijaal (tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan
anggota tubuh untuk menarik perhatian laki-laki non mahram.” Di dalam
kitab Zaad al-Masiir dinyatakan;“Tabarruj, menurut Abu ‘Ubaidah, adalah
seorang wanita menampakkan kecantikannya. Sedangkan menurut al-Zujaj;
tabarruj adalah menampakkan perhiasaan, dan semua hal yang bisa
merangsang syahwat laki-laki… Sedangkan sifat-sifat tabarruj di jaman
jahiliyyah ada enam pendapat; Pertama; seorang wanita yang keluar dari
rumah dan berjalan diantara lelaki. Pendapat seperti ini dipegang oleh
Mujahid. Kedua, wanita yang berjalan berlenggak-lenggok dan penuh gaya
dan genit. Ini adalah pendapat Qatadah. Ketiga, wanita yang memakai
wangian. Pendapat ini dikemukakan oleh Ibnu Abi Najih. Keempat, wanita
yang mengenakan pakaian yang terbuat dari batu permata, kemudian ia
memakainya, dan berjalan di tengah jalan. Ini adalah pendapat
al-Kalabiy. Kelima, wanita yang mengenakan kerudung namun tidak
menutupnya, hingga anting-anting dan kalungnya terlihat…..”
Perbuatan yang termasuk Kategori Tabarruj
Banyak hadits yang melarang setiap perbuatan yang dikategorikan sebagai tabarruj; diantaranya adalah sebagai berikut;
A. Mengenakan Pakaian Tipis dan Ketat
Wanita yang mengenakan pakaian tipis, atau memakai busana ketat dan merangsang termasuk dalam kategori tabarruj.
Nabi saw bersabda:
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ
كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ
عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ
الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ
رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya
aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki
cambuk seperti seekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia;
dan wanita yang membuka auratnyadan berpakaian tipis merangsang
berlenggak-lenggok dan berlagak. Mereka tidak akan dapat masuk surga
dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak
sekian-sekian.” [HR. Imam Muslim]
Ketika mentafsirkan maksud “mutabarrijaat” yang terdapatdi dalam surat
al-Nuur ayat 60, Imam Ibnu al-’Arabiy menyatakan; “Termasuk tabarruj,
seorang wanita yang mengenakan pakaian tipis yang menampakkan warna
kulitnya. Inilah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah saw yang
terdapat di dalam hadits shahih, “Betapa banyak wanita-wanita yang
telanjang, berpakaian tipis merangsang, dan berlenggak-lenggok. Mereka
tidak akan masuk ke dalam surga dan mencium baunya.”[HR. Imam Bukhari].
Ini disebabkan, jika pakaiannya nipis, yang boleh menampakkan dirinya,
dan ini adalah haram.”
Ibnul ‘Abdil Barr rahimahullah mengomentari hadits diatas seraya
berkata: “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi Shalallahu ‘alaihi
wassalam adalahyang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya
dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian
pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya … .”(Dinukil oleh Suyuthi
di dalam Tanwirul Hawalik 3/103 )
Di dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawiy berkata, “Hadis ini termasuk
salah satu mukjizat kenabian. Sungguh, akan muncul kedua golongan itu.
Hadits ini membincangkan mengenai celaan kepada dua golongan
tersebut…. Sedangkan ulama lain berpendapat, bahawa mereka adalah
wanita-wanita yang menutup sebagian tubuhnya, dan menyingkap sebagian
tubuhnya yang lain, untuk menampakkan kecantikannya atau kerana tujuan
yang lain. ”Menggelung rambut hingga besar seperti bonggol unta, juga
termasuk tindakan tabarruj yang diharamkan di dalam Islam. Sayangnya,
perbuatan menggelung rambut seperti telah membudaya di tengah-tengah
masyarakat, dan mereka tidak menyadari bahawa hal itu termasuk perbuatan
yang diharamkan oleh Allah swt.
B. Mengenakan Parfum di Hadapan Lelaki yang bukan Mahram
Nabi saw bersabda,“Siapapun wanita yang memakai wangian kemudian
melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, berarti ia telah
berzina.”[HR. Imam al-Nasaaiy]
Imam Muslim juga meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra,
bahwasanya Nabi saw bersabda;“Setiap wanita yang memakai wangian,
janganlah ia mengerjakan solat ‘Isya’ bersama kami.”[HR. Muslim]
“Siapa saja wanita yang mengenakan bakhur, janganlah dia menghadiri solat ‘Isya’ yang terakhir bersama kami.”[HR. Muslim]
Menurut Ibnu Abi Najih, wanita yang keluar rumah dengan memakai
wangi-wangian termasuk dalam kategori tabarruj jahiliyyah. Oleh kerana
itu, seorang wanita Mukminat dilarang keluar rumah atau berada di antara
laki-laki dengan mengenakan wangian yang menyengat baunya. Adapun sifat
wangian bagi wanita Mukminat adalah yang tidak ketara baunya. Ketentuan
seperti ini didasarkan pada sabda Rasulullah saw; “Ketahuilah, perfum
lelaki adalah yang tercium baunya, dan tidak terlihat warnanya.
Sedangkan perfume wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium
baunya.”[HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud]
C. Behias terhadap lelaki-lelaki asing (bukan mahram atau suaminya)
Seorang wanita diharamkan berhias untuk selain suaminya.Ini kerana,
tindakan seperti ini termasuk dalam kategori tabarruj. Dalam sebuah
hadits diriwayatkan, bahawa Nabi saw bersabda; “Seorang wanita dilarang
berhias untuk selain suaminya.” [HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan
al-Nasaaiy]
D. Berdandan Berlebihan
Termasuk tabarruj adalah berdandan atau bersolek dengan tidak seperti
biasanya. Misalnya, memakai bedak denggan tebal, eye shadow, lipstik
dengan warna menjolok dan sebagainya. Sebab, tindakan-tindakan seperti
ini termasuk dalam kategori tabarruj secara definitif. Imam Bukhari
menyatakan, bahwa tabarruj adalah tindakan seorang wanita yang
menampakkan kecantikannya kepada orang lain. ”Larangan tersebut juga
telah disebutkan dalam al-Quran. Allah swt berfirman;
وَلاَ يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ ما يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِن
“Janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.”[Al-Nuur:31]
Ayat ini juga menunjukkan keharaman melakukan tabarruj. Sedangkan
definisi tabarruj adalah idzhaar al-ziinah wa al-mahaasin li al-ajaanib
(menampakkan perhiasan dan kecantikan kepada laki-laki yang bukan
mahram). Jika dinyatakan; seorang wanita telah bertabarruj, artinya,
wanita itu telah menampakkan perhiasan dan kecantikannya kepada orang
yang bukan mahramnya. Atas dasar itu, setiap perbuatan mengenakan
perhiasan atau menampakkan kecantikan yang akan mengundang pandangan
kaum laki-laki termasuk dalam tindakan tabarruj yang dilarang.
Berdandan minor (dengan kadar sedikit), baik dengan lipstik, bedak, eye
shadow, dan lain sebagainya dipandang merupakan tindakan tabarruj.
Pasalnya, semua tindakan ini ditujukan untuk menampakkan kecantikan
dirinya, kepada orang yang bukan mahram.
E. Menghilangkan Tahi Lalat dan Meratakan Gigi
Wanita dan laki-laki juga dilarang menghilangkan tahi lalat dan
meratakan giginya agar kelihatan lebih cantik. Dari Ibnu Umar ra
diriwayatkan, bahwasanya Rasulullah saw mengutuk orang yang menyambung
rambut dan orang yang disambung rambutnya, serta orang yang membuat tahi
lalat dan orang yang minta dibuatkan tahi lalat.” [HR. Bukhari dan
Muslim]
Dalam riwayat lain dituturkan, bahwa Ibnu Mas’ud ra berkata;“Allah
melaknat orang yang membuat tahi lalat, dan orang yang minta dibuatkan
tahi lalat, orang yang menukur keningnya, dan orang yang memangur
giginya (meratakan gigi dengan alat) dengan maksud untuk memperindah
dengan mengubah ciptaan Allah”. Kemudian Ummu Ya’qub menegurnya,”Apa
ini?” Ibnu Mas’ud ra berkata, “Mengapa saya tidak mengutuk orang yang
dikutuk oleh Rasulullah saw; sedangkan di dalam kitab Allah, Allah swt
berfirman, “Apapun yang disampaikan oleh Rasul kepadamu, laksanakanlah
dan apa pun yang dilarangnya maka jauhilah”.[HR. Bukhari dan Muslim]
Sesungguhnya, perbuatan-perbuatan yang termasuk kategori tabarruj masih
banyak, tidak hanya perbuatan-perbuatan yang telah dijelaskan di atas.
Masih banyak perbuatan-perbuatan lain yang termasuk tabarruj.
Jalan ke surga memang tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah,
melainkan melalui rintangan-rintangan yang berat dan terjal. Tetapi
ingatlah di ujung jalan ini Allah menjanjikan surga bagi orang-orang
yang sabar menempuhnya.
Sementara, jalan menuju ke neraka penuh dengan keindahan yang menggoda
dan setiap manusia sangat tertarik untuk melaluinya. Tetapi, sadarlah
bahwa di ujung jalan ini, neraka telah menyambut dengan beragam
siksa-Nya.
Lalu, bagaimana caranya agar para wanita atau para istri tidak
terperosok ke dalam neraka? Jangan pesimis, masih banyak cara dan tidak
ada kata terlambat untuk memperbaiki diri jika ingin menjadi penduduk
surga.Rasulullah bersabda:
عَنْ عَبدُالرَّحْمَن بن العوفاَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ
وَسَلَّمَ قَالَاِذَا صَلَّتِ الْمِرَأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ
شَهْرَهَاوَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَاطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيْلَ لَهَاأُدْ
خُلِى الْجَنَّةَ مِنْ اَيِّ اَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْت
ِDari Abdurrahman bin Auf r.a.bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jika
perempuan mengerjakan solat yang lima ,puasa Ramadhannya , memelihara
kehormatannyadan taat kepada suaminya maka akan dikatakan
kepadanyamasuklah ke dalam syurga dari pintu yang mana saja engkau suka.
Mengacu dari hadist di atas, wanita mudah masuk surga jika melakukan empat hal:
1. Menegakkan sholat dengan lebih khusu memperbayak sholat-sholat sunah
karena sholat yang benar dan khusu’ bisa membentengi diri kita dari
perbuatan yang munkar.
Ada sebuah kisah dari Imam adz-Dzahabi mengenai wanita yang meremehkan
shalat, seorang dari kalangan salaf turut menguburkan saudara
perempuannya yang meninggal. Tapi ia sadari sebuah kantong berisi harta
yang ia bawa jatuh dan turut terkubur. Ia baru menyadari setelah sampai
dirumah.Maka dengan terpaksa ia kembali kekuburan saudarinya, dan
membongkar kuburannya untuk menemukan hartanya yang jatuh tadi. Namun ia
sangat terkejut saat ia coba membongkar makam, terlihat api yang
menyala-nyala dari dalam makam. Serta merta ia kembalikan lagi tanah
galian, dan pulang sambil meneteskan air mata, ia bertanya kepada
ibunya, ibunya lalu bercerita semasa masih hidup saudarinya tadi suka
melalaikan shalat.
2. Melaksanakan puasa wajib dan membiasakan diri untuk terbiasa melakukan shaum sunah.
3. Menjaga kemaluannya agar tidak terjerumus dalam perzinahan
4. Taat kepada suaminya dan menghiasi diri dengan sabar dalam ketaatan
dengan suami.Seorang istri juga harus berusaha untuk meraih ridho
suaminya karena disitulah kunci surga sebagaiman yang disabdakan oleh
Rasulullah:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّة
َ“Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa ridho
terhadapnya, maka ia akan masuk surga”(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah;
hasan menurut Tirmidzi).
Syaikh Prof. Dr. M. Mutawalli Asy Sya’rawi memberikan nasehat: Wanita,
jika tidak ingin menjadi penghuni neraka, maka hendaklah ia mengingat
kebaikan-kebaikan suaminya yang banyak, ketika suatu saat ia mendapatkan
perlakuan tidak baik dari suaminya. Ia ridha dengan kesalahan suaminya
tersebut, tetap bahagia dan tidak mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya.
Jika bisa bersikap demikian, maka dia insya Allah akan menjadi penghuni
surga.
Diriwayatkan dari Anas bin Malikradhiyallaahu ‘anhudari Nabishallallaahu ‘alaihi wa sallambeliau bersabda:
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا
رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ
إِلَيْهَاأَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ
أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى
“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?”
Merekamenjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu
‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila
ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia
berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu,mataku tidak akan bisa terpejam
hingga engkau ridha.”(HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir)
Kesimpulan
Pelajaran yang bisa kita ambil adalah begitu mudahnya wanita masuk
neraka jika dia suka mengumbar aurotnya,mengundang syahwat atau durhaka
kepada suaminya namun sebaliknya wanita juga mudah sekali dapat masuk
surga dengan menjaga kemuliaan dirinya, taat kepada suami.
Neraka akan terbuka lebar bagi laki-laki atau perempuan yang tidak mau
mengikuti aturan syari’at dan surgapun terbuka lebar bagi laki-laki atau
perempuan yang mau patuh dan tunduk kepada aturan syari’at.
Wallahu A’lam bisshowab.
referensi: http://www.muslimedianews.com/2015/12/benarkah-mayoritas-penduduk-neraka.html
0 komentar:
Posting Komentar