PENDAHULUAN
Dalam sejarahtercatat bahwa Persia kuno terdapat sebuah imperium
besar, yaitu imperium Persia Raya. Salah satu kotaterbesarnya adalah
Mada’in. Wilayah Persia sekarang disebut Iran. Ada beberapaciri khusus
imperium Persia. Pertama,sejarahnya dipenuhi oleh peristiwa
kudeta dan perang saudara, sering terjadiperang dan revolusi perebutan
kekuasaan antar putra mahkota.
Kedua, kepercayaandan ritual keagamaan banyak dipengaruhi oleh Yahudi, Kristen dan Budha.Sehingga sebagian ulama mengatakan bahwa sesungguhnyaSyi’ah adalah bibit yang berasal dari Kristen, yang ditanam oleh Yahudidiladang Majusi.
Ketiga, penokohandan pengkultusan yang kuat dan berlebihan
terhadap pemimpin, bagi rakyatPersia. Sehingga pengkultusan Syi’ah
terhadap ahlul-bait adalah warisan aqidahMajusi.
Selain itu,aliran keagamaan berkembang sangat pesat di Persia,
seperti Majusi. Sedangkanagama Majusi memiliki dua sifat khas. (Yaitu)
Pertama, bergerak secarasirriyah, yaitu sembunyi (dalam Syi’ah dikenal
taqiyyah nanti dibahas dalam sesi beikutnya tentang penyimpangan Aqidah Syi’ah).
Kedua,
meyakini mut’ah sebagai ritual suci, pembersih dosa. Oleh karena
ituSyaikh Dr. Abdullah Al-Gharib berkesimpulan, bahwa aqidah dan siasat
politikyang diperankan oleh Syi’ah sekarang (seperti Iran), merupakan
warisan danpengembangan dari ajaran majusi kuno (waja’adauru al-majus, hal.48)
Sebenarnyaawal pergesekan antara umat Islam dengan imperium Persia
telah ada sejak eraNabi Muhammad saw, ketika beliau mengirim
surat melalui shahabat Abdullah bin Hudzaifah ke Kisra bin Hurmudz,
yangmenjadi raja Persia saat itu. Waktu itu sang raja merobek-robek
surat yangditerimanya dihadapan shahabat yang mengirimnya.
Kemudian gesekan kedua umat Islam denganPersia terjadi pada masa
khalifah Umar ibn Khathab, saat Persia dipimpin olehraja Yazdajrid. Dua
panglima Persia, Rustum dan Hurmudzan terkenal sebagaipanglima andalan
raja. Tetapi umat Islam yang waktu itu dipimpin oleh Sa’adbiin Abi
Waqash berhasil menaklukan Persia dilembah Qadisiyah. Rustum,
panglimayang terkenal gagah itu tewas dilembah ini. Sedangkan Hurmudzan
sempatmelarikan diri, namun ia tertangkap oleh pasukan muslimin. Ia
pura-pura masukIslam. Kelak, dialah otak dan dalang pembunuhan terhadap
khalifah Umar ibnKhathab.
MUNCULNYAKELOMPOK SYI’AH
Sebagian ahliberpendapat, bahwa awal munculnya Syi’ah ada yang
mengaitkan diakhir masapemerintahan khalifah Ustman bin Affan atau awal
masa kekhalifahan Ali bin AbiThalib. Tetapi yang paling mashur Syi’ah
muncul dan lahir pasca gagalnyaperundingan antara pihak pasukan Ali bin
Abi Thalib dengan pihak Mu’awiyah binAbi Sufyan di Siffin yang lebihpopular dengan peristiwa At-Tahkim(arbitrasi).
Akibat perundingan itu, sejumlah pasukan Ali menentang bahkankeluar
memisahkan diri. Mereka lebih terkenal dengan sebutan khawarij (orang-orang yang keluar daribarisan Ali). Sebagian besar tetap mendukung dan setia kepada khalifah sebagai Syi’ah Ali (pengikut/pendukung Ali).
Pada awalmunculnya, tasyayu’ (dukungan) kepada Ali hanyalah merupakangerakan politik. Penggunaan term Syi’ah dimasa Khalifah Ali raberkonotasi setia dan membela, tidak ada akidah khusus sebagaimana pada Syiahsaat ini.
Pascaperistiwa tahkim atau arbitrase antara Alidan
Mu’awiyah, posisi Khalifah Ali semakin lemah dan sempit, terutama
sekalisesudah penumpasan pasukan Ali terhadap kaum Khawarij di Nahrawan,
telahmendorong mereka untuk membentuk pasukan berani mati yang terdiri
dari :Abdurrahman bin Muljam untuk membunuh Ali di Kuffah, Hajaj bin
Abdillahas-Sarimi untuk membunuh Muawiyah di Damaskus, dan Zadawih untuk
membunuh Amrbin Ash di Mesir. Akan tetapi dua petugas yang disebut
terakhir gagal mencapaimaksudnya, dengan demikian posisi Muawiyah
semakin kuat.
KelahiranSyiah sebagai suatu aliran keagamaan yang bersipat
pilitis secara utuh, dilihatdari aspek ajaran atau doktrin politiknya,
yakni tentang legitimasike-khalifahan ada pada keturunan Ali dengan
Fathimah, putri Rasulullah saw.bermula sejak munculnya tuntutan penduduk
Kuffah pendukung Ali, agar masalahke-khalifahan dikembalikan kepada Ahlul-Bait. Yangdimaksud dengan Ahlul-Bait
oleh Syiah hanya dibatasi kepadaAli, Fathimah, Hasan, Husein dan
keturunan Husein.
Mereka tidak menganggap paraistri Nabi saw,
putra-putra Ali selain Hasan dan Husein, saudara-saudaraperempuan
Fathimah seperti Ruqayah, Ummu Kultsum dan Zainab, begitu pulaketurunan
Hasan bin Ali sebagai Ahlul-Bait. Dengan demikianlahirnya Syiah
pada dasarnya bersamaan waktunya dengan pengangkatan Hasan binAli bin
Abi Thalib sebagai Imam kaum Syiah. Pada masa ini posisi kaum
Syiahsemakin goyah karena derasnya fitnah, perselisihan dan perpecahan
dikalanganmereka yang sengaja ditanamkan oleh golongan Syabaiyyah
pengikut Abdullah binSaba.
Lemahnya kepemimpinan Hasan bin Ali menjadi
factor yang mempersulit kaumSyiah. Usaha Hasan menumpas Syabaiyyah dan
menentang pemerintahan Muawiyah,membuat banyak pendukung meninggalkannya
dan berpaling kepada Muawiyah,sebagian bergabung dengan Syabaiyyah dan
Khawarij. Akhirnya Hasan bin Alimemilih jalan damai dengan mengundurkan
diri dari jabatan sebagai khalifah padatahun 41H/661M. Sesudah Hasan bin
Ali wafat diangkatlah saudaranya (yakni)Husein bi Ali sebagai Imam.
Putera Ali kedua ini tampak memiliki semangat dandaya juang seperti
bapaknya, namun saying ia harus tewas diujung pedang tentaraYazid bin
Muawiyah di padang Karbala secara memilukan pada tanggal 1 Oktober680 M.
Perubahancorak Syiah dari politik murni menjadi gerakan keagamaan
antara laindipengaruhi oleh kedengkian Yahudi dan Majusi (Persia)
terhadap Islam. KarenaIslam-lah yang telah menghancurkan dan mencabut
akar-akar Yahudi dari jazirahArab, negeri yang dianggap sangat penting
bagi Yahudi, mereka telah lamamenetap di Madinah dan Syan’a (Yaman) dan
sebagian ujung-ujung jazirah Arab.Adapun Persia, mereka adalah bangsa
kaya dan pernah berkuasa atas bangsa-bangsalain termasuk bangsa Arab.
Persia yang besar kerajaannya, kewibawannya tidakruntuh ditangan bangsa
Romawi ataupun Mongol, tapi justru jatuh ditangan kaummuslimin yang
berjumlah relative kecil dimasa kehkalifahan Umar Ibn al-Khathabra.
Keinginanmengobarkan dendam lama nampak dari ucapan Imam Khomaeni : “…Sesungguhnyaaku
mengatakan dengan keberanian bahwa bangsa Iran (dulu Persia) dengan
jumlahjutaan pada saat ini lebih utama dari pada bangsa Hijaz dimasa
Rasulullah sawdan dari bangsa Kufah, Irak pada masa Amirul Mukminin
Al-Husein bin Ali (Al-WashiyahAl-Ilahiyah hal.16).
Seorangorientalis Inggris Dr.Brown yang cukup lama tinggal di Iran untuk studikesejarahan dalamTarikh Adabiyat Iran jilid 1 hal 217 mengatakan: “…
Diantara factor terpenting yang menyebabkan permusuhan pendudukIran
terhadap khalifah Ar-Rasyid kedua, Umar adalah karena dialah yang
telahmenaklukan Negara-negara non-Arab dan telah meruntuhkan kekuatan
mereka. Hanyasaja permusuhan mereka dibungkus dengan baju agama dan
madzhab”. Dibagian lain dia menjelaskan bahwa kebencian mereka
kepada Umar bukan karenamerampas hak-hak Ali dan Fathimah, melainkan
karena dialah yang telahmenaklukan Iran dan menumbangkan dinasti Sasaniyah. Kemudian diamenukil sebuah Syair lagu Persia : “Umar
telah mematahkanpunggung-punggung singa yang ganas dikandangnya dan
telah mencabut keluargaJamsyid (raja terbesar dari Persia), bukanlah
pertentangan itu karena iamerampas hak Ali, tetapi dendam lama ketika ia
menaklukan Persia. (ibid,jilid 4 hal 49)
Setelahbertemunya kepentingan Sabaiyyah dan Majusiyah, mereka
menggunakan maker denganmengeksploitasi terbunuhnya Ali bin Abi Thalib
ra dan Husein bin Ali bin AbiThalib, kemudian membubuinya dengan
fatwa-fatwa yang dinisbatkan kepada Ali binAbi Thalib dan keluarganya
untuk kemudian membawa agama baru yang berdirisendiri. Memiliki akidah
dan syariah yang berbeda atau berpisah dari Islam,yang dibawa oleh
As-Shadiq Al-Amin Muhammad saw. Maka dengan demikian tasyayu’ (dukungan)dibangun
dan berdiri diatas ucapan-ucapan dan perbuatan para Imam. Jikaditentang
dengan ucapan atau perbuatan Imam itu sendiri yang dimuat dalam
kitabmereka, dengan ringan mereka menjawab “Itu kan Taqiyyah”.
Jikaditentang dengan Al-Quran, mereka menjawab “Al-Quran yang ada telahdiubah dan diganti”. Jika dibantah dengan Sunnah yang shahih, merekadengan mencibir berkata “Itu riwayat dari orang-orang yang murtad”.
Syi’ahpada era kehkalifahan Ali lebih kepada pembelaan dan dukungan dalam aspek siyasah
(politik), tetapi setelahAbdullah bin Saba seorang Yahudi yang
berpura-pura masuk Islam, Syi’ah menjadisebuah keyakinan. Abdullah
binSaba’ (Ibn Sauda) adalah seorang Yahudiberasal dari Shan’a, Yaman
yang datang ke Madinah kemudian berpura-pura setiakepada Islam pada masa
Khilafah Utsman bin Affan Bahkan sebagian memandang diayang
sesungguhnya mempelopori kudeta berdarah dan melakukan pembunuhan
kepadakhalifah Utsman bin Affan, yang kemudian mengkultuskan Ali bin Abi
Thalib.
Al-Qummy (seorang Syi’i) mengaku dan menetapkan
akan adanya Abdullah bin Saba ini, dan menganggapnya orang yang pertama
kali menobatkan keimaman Ali bin AbiThalib, serta akan munculnya kembali
(sebelum qiamat), disamping ia jugatermasuk orang yang pertama mencela
Abu Bakar, Umar, Ustman dan para shahabatlainnya. Hal ini sesuai dengan
pandangan Ash-Shahrastany yang menyebutkan bahwaAbdullah bin Saba
meupakan orang yang pertama kali memunculkan pernyataankeimaman Ali
dengan adanya wasiat. Beliau juga menyebutkan tentang Saba’iyyah (pengikut
Ibnu Saba) bahwa iaadalah sekte pertama yang menyatakan tentang
hilangnya imam mereka yang keduabelas dan nanti akan muncul kembali.
Dapatdisimpulkan bahwa pernyataan tentang ke-imaman Ali
bin Abi Thalib dankekhalifahannya dengan adanya wasiat langsung dari
Nabi saw adalah peninggalanyang diwaristkan oleh Ibnu Saba. Setelah itu
Syi’ah berkembang biak menjadibeberapa sekte, dengan berbagai macam
ideology yang banyak sekali.
Jelaslahbahwa Syi’ah membuat ideologi-ideologi baru
seperti adanya wasiat kekhalifahanAli bin Abi Thalib, dan munculnya
kembali imam mereka yang ke-12 dikemudianhari. Hilangnya imam dan
penuhanan terhadap para imam mereka adalah buktipengekoran kepada
Abdullah bin Saba seorang Yahudi.
Diantara isu-isu (baca : doktrin) yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba’ padasaat itu antara lain:
1. BahwaAli bin Abi Thalib R.A telah menerima wasiat sebagai
pengganti Rasulullah saw.(An Naubakhti , firaq As Syi’ah, hal. 44)
2. BahwaAbu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan
R.A. adalah orang-orangzhalim, karena telah merampas hak khilafah Ali
R.A. setelah wafatnya Rasulullahsaw Umat Islam saat itu yang membai’at
ketiga khilafah tersebut dinyatakankafir. (An Naubakhti, op cit, hal.44)
3. BahwaAli bin Abi Thalib adalah pencipta semua mahluk dan
pemberi rezeki. (IbnuBadran, Tahdzib al Tarikh al Dimasyq, Juz VII, hal.
430)
4. BahwaNabi Muhammad saw akan kembali lagi ke dunia sebelum hari
kiamat, sebagaimanakepercayaan akan kembalinya Nabi Isa A.S. (Ibnu
Badran, op cit, juz VIII, hal.428)
5. BahwaAli R.A. tidak mati, melainkan tetap hidup di angkasa.
Petir adalah suaranyaketika marah dan kilat adalah cemetinya. (Abd. Al
Thahir Ibnu Muhammad AlBaghdadi, Al Firaq Baina Al Firaq, hal. 234)
6. Bahwaruh Al Quds berinkarnasi ke dalam diri para Imam Syi’ah .
(Al Bad’u wa AlTarikh, juz V, hal. 129, th 1996). [lipi Makassar]
SEKTE-SEKTESYI’AH
Menurut Murtadha Muthahari (ulama Syi’ah) bahwa “Alibin
Abi Thalib adalah shahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar bin Khathab,
Usmanbin Affan dan yang lainnya. Tetapi Ali lebih berhak, lebih
terdidik, lebihshaleh dan lebih berkemampuan ketimbang para shahabat
lainnya, dan bahwa Nabisudah merencanakannya sebagai pengganti beliau.
Kaum Syi’ah meyakini Ali danketurunannya sebagai imam yang berhak atas
kepemimpinan politis dan otoritadkeagamaan”. Dengan demikian mereka
meyakini bahwa yang berhak atas otoritasspiritual dan politis dalam
komunitas Islam pasca Nabi saw adalah Ali danketurunannya.
An-Nubakhtimerinci perpecahan dikalangan Syi’ah.
A. Setelah Ali wafat, Syiah terpecahmenjadi 3 kelompok :
1. Kelompokyang berpendapat Ali tidak mati terbunuh, dan
tidak akan mati sehingga iaberhasil memenuhi bumi dengan keadilan.
Inilah kelompok Ghuluw (ekstrem)pertama. Kelompok ini disebut Syiah Sabaiyyah pimpinanAbdullah bin Saba.
2. Kelompokyang berpendapat bahwa Ali memang wafat dan imam
sesudahnya adalah putranya,Muhammad Al-Hanafiyah, sebab dia (bukan
Hasan atau Husein) yang dipercayamembawa panji ayahnya Ali dalam
peperangan di Basrah. Kelompok inidisebut Al-Kaisaniyyah. Mereka mengkafirkan siapapun yangmelangkahi Ali dalam Imamah, juga mengkafirkan Ahlus-Shiffin,Ahlul-Jamal. Tokoh kelompok ini Al-Mukhtar bin Abi Ubaid Ats-Tsaqafi, iamengaku bahwa Jibril pernah menurunkan wahyu kepadanya.
3. Kelompokketiga berkeyakinan bahwa Ali memang wafat, dan imam
sesudahnya adalahputeranya, Al-Hasan. Ketika kemudian Al-Hasan
menyerahkan khilafah kepadaMuawiyah bin Abi Sufyan, mereka memindahkan
imamah kepada Al-Husein. Sebagianmereka mencela Al-Hasan, bahkan
Al-Jarrah bin Sinan al-Anshari pernahmenuduhnya sebagai musyrik dan
membacok pahanya dengan pedang. Tetapi sebagianSyiah berpendapat bahwa
sesudah wafat Al-Hasan, yang berhak jadi imam adalahAl-Hasan bin
Al-Hasan yang bergelar Ar-Ridha.
B. Sesudah syahidnya Al-Husein ra dalamperistiwa Karbala, dimana
beliau diundang oleh penduduk Kufah yang mengakudiri sebagai Syiahnya
dan mereka mengaku mempunyai belasan ribu orang yang siapmembela Husein.
Tapi ternyata ketika Husein dikepung oleh pasukan Ubaidillah biZiyad di
Karbala tak satupun orang yang tadinya mengundang beliau
tampilmembelanya, tapi justru cuci tangan, sehingga menyebabkan
syahidnya ImamHusein. Seperti dikisahkan sejarawan Syiah, al-Mas’udi,
Husein sebelum syahidbahkan sempat berdo’a : Ya Allah
turunkanlah keputusan-Muatas kami dan atas orang-orang yang telah
mengundang kami, dengan dalih merekaakan mendukung kami, tapi kini
ternyata mereka membunuhi kami. (Tarikhal-Mas’udi 2 : 71). Adapun
yang ikut syahid bersama Al-Husein dalam peristiwaini : Putera-putera
Ali bin Abi Thalib yang bernama Abu Bakar, Utsman danAbbas; Putera
Al-Hasan bin Ali yakni Abu Bakar; dan putera Al-Husein bin Aliyakni Ali
Al-Akbar bin Husein. Sehingga ketika jenazah Husein besertakeluarganya
yang masih hidup dibawa ke Kufah dan ditangisi oleh penduduk Kufah,Ali
Al-Asghar bin Husein Zainal Abidin berkomentar : Mereka menangisikami, padahal mereka sendiri yang telah membunuhi kami. (Tarikh al-Ya’qubi2 : 245; Al-Ihtijaj 2 : 291)
Pada periode sesudah wafatnya Al-Husein, Syiah terpecahlagi emnjadi beberapa golongan :
1. Kelompok-kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya
Husein, imamah berlanjut ke putera Aliyang lain, yaitu Muhammad
Al-Hanafiyah. Mereka-pun terpecah, ada yangberkeyakinan bahwa Muhammad
Al-Hanafiyah yang disebut oleh mereka sebagaiAl-Mahdi tidak pernah
meninggal. Sebagian menyatakan meninggal dan pelanjutnyaadalah puteranya
Abu Hasyim, kelompok ini disebut Al-Hasyimiyah.Setelah
itu mereka pecah lagi, ada yang berkeyakinan bahwa Abu Hasyim
berwasiatkepada Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul
Muthalib untuk menjadiimam. Kelompok ini disebut Syiah Ar-Rawandiyah.
2. Kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya Husein, Imamah
dilanjutkan oleh puteranyayang masih hidup, Ali al-Ashgar Zainal Abidin,
dari ibunya bernama Jihansyah,puteri kaisar Persia Yazdajird bin
Syahriyar.
3. Kelompokyang meyakini bahwa setelah syahidnya Husein, Imamah
telah selesai/terputus.Sebab menurut mereka yang disebut namanya oleh
Rasulullah saw sebagaiAhlul-Bait beliau hanyalah tiga orang saja, yaitu
Ali, Hasan dan Husein.
4. Kelompokyang berkeyakinan bahwa sesudah wafatnya Husein,
Imamah hanya bisa dilanjutkanoleh keturunan Hasan dan Husein. Siapapun
diantara mereka yang mengklaimsebagai imam, maka mereka adalah imam yang
wajib ditaati. Barangsiapa yanglalai melakukannya, maka ia kafir.
Kelompok ini disebut As-Sarhubiyah.
C.Sesudah wafatnya Ali Zainal Abidin, muncul kelompok Syiah antara lain :
1. Az-Zaidiyah,pengikut Zaid bin Ali bin Husein
yang meyakini bahwa sekalipun Ali bin AbiThalib lebih utama dari Abu
Bakar dan Umar, tetapi khilafah keduanya sah.Mereka juga berkeyakinan
bahwa imamah dapat diraih oleh siapapun dari keturunanNabi Muhammad saw
apabila mereka memenuhi persyaratan dan bisamemperjuangkannya.
Sepeninggal Zaid, kelompok ini dipimpin olehputera-puteranya : Yahya dan
Isa.
2. Kelompokyang meyakini bahwa imamah sesudah Ali Zainal Abidin adalah puteranya, MuhammadAl-Baqir.
D.Sesudah wafatnya Muhammad Al-Baqir, Syiah pecah lagi menjadi 3 kelompok:
1. Kelompokyang mengakui imamahnya Muhammad bin Al-Hasan bin Husein bin Ali bin Abi Thalibsebagai Al-Qaim dan Al-Mahdi.
2. Kelompokyang mengakui bahwa imamah sesudah wafatnya Muhammmad Al-Baqir adalah puteranyaJa’far Ash-Shadiq.
3. Al-Mughiriyah,pengikut Al-Mughirah bin Said. Yang mengklaim
mendapat wasiat dari ImamAl-Baqir untuk jadi imam sampai munculnya
Al-Qaim.
E.Sesudah wafatnya Ja’far Ash-Shadiq, Syiah pecah lagi menjadi 6 kelompok :
1. Kelompokyang meyakini Imam Ja’far sebagai Al-Mahdi, disebut An-Nawusiyah.
2. Kelomp[okyang meyakini bahwa imamah sesudah Ja’far
adalah puteranya yang bernama Ismail.Mereka juga meyakini Ismail tidak
mati sehingga berhasil memimpin umat, dialahsang Al-Qaim. Kelompok ini
disebut Ismailiyah.
3. Kelompokyang meyakini bahwa imamah sesudah Ja’far adalah
Muhammad bin Ismail binJa’far, cucu Ja’far. Menurut mereka wafatnya
Ismail pada masa hidup sang ayah ,Ja’far, menunjukkan bahwa imam sesudah
Ja’far adalah putera Islamil, Muhammad.Menurut mereka sesudah periode
Hasan dan Husein, imamah tidak lagi berputardari kakak ke adik, tapi
dari ayah ke anak. Karenanya imamah sesudah Ja’fartidak berpindah dari
Ismail kepada saudaranya Abdullah dan Musa, melainkankepada putera
Ismail yakni Muhammad. Kelompok ini disebut Al-Mubarakiyah.Termasuk dalam al-Ismailiyah, pengikut Abil Khattab yang popular disebut Al-Khattabiyah atau As-Sab’iyah karenameyakini bahwa jumlah imam hanya tujuh saja. Kelompok ini dikenal juga dengansebutan Al-Qaramithah.
4. Kelompokyang mengakui bahwa imamah sesudah Ja’far adalah
puteranya Muhammad bin Ja’far,kemudian anak keturunannya. Kelompok ini
disebut As-Sumaithiyah dipimpinoleh Yahya bin Abi as-Sumaith.
5. Kelompokyang meyakni bahwa imamah sesudah Ja’far adalah
puteranya yang bernama Abdullahal-Afthah. Mereka berhujah dengan hadits
yang disampaikan Ja’far bahwa imamahitu adanya pada anak tertua imam.
Abdullah adalah putera tertua Ja’far dantelah memproklamirkan diri
sebagai imam. Kelompok ini disebut Al-Afthiyah.
6. Kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya Ja’far dan putera
tertuanya yang lain Musaal-Kazhim, dan kemudian kepada nak
keturunannya.
F. Sesudah wafatnya Musa Al-Kazhim, Syiahterpecah lagi dalam
beberapa kelompok, diantaranya yang meyakini bahwa imamahsesudah Musa
Al-Kazhim adalah puteranya Ali Ar-Ridha. Mereka juga meyakinibahwa
imamah berhenti sampai sini. Kelompok ini disebut Al-Wakifah.
G. Sesudah wafatnya Ali Ar-Ridha, Syiahterpecah lagi dalam berbagai
kelompok, diantaranya adalah yang meyakini bahwasesudah Ali Ar-Ridha
imamah berpindah ke puteranya, Muhammad bin Ali, yang baruberusia 7
tahun, sehingga menimbulkan perpecahan diantara pengikutnya.
Setelahwafat Muhammad bin Ali, imamah dilanjutkan oleh Al-Hasan bin Ali
Al-Askari.
H. Sesudah wafatnya Al-Hasan bin AliAl-Askari, Syiah
terpecah-pecah lagi menjadi 14 kelompok. Diantaranya ada yangberpendapat
bahwa Al-Hasan tidak wafat, sebab ia tidak boleh mati, karena iabelum
punya anak yang tampil sebagai pengganti, bumi ini tidak boleh
kosongdari imamah. Beliaulah Al-Qaim, beliau kini sedang ghaib. Ada juga
yangberkeyakinan bahwa Al-Hasan memang wafat, tapi ia mempunyai
satu-satunya puterabernama Muhammad yang ketika ayahnya wafat ia berusia
5 tahun. Ia disembunyikanoleh ayahnya karena ia takut akan Ja’far
saudara Hasan, juga terhadapmusuh-musuhnya. Dialah Al-Qaim dan Mahdi
Al-Muntazar. Namun terjadi padanyaAl-Ghaibah Sugra dan Al-Ghaibah Kubra.
Inilah keyakinan Syiah Itsna“Asyariyah.
Dr.Musa Al-Musawi salah seorang tokoh Syiah dalambukunya Asy-Syiah wat Tashih, Ash-Shira Baina As-Syiah wat-Tasyayu’ menyebutkanbahwa
sekalipun Imam Ali meyakini keutamaannya, beliau justru menegaskan
keabsahanbai’at yang beliau berikan terhadap para khalifah (Abu Bakar,
Umar dan Utsman)serta pujian beliau terhadap mereka sebagaimana
dilakukan umat Islam lainnya.Menurut Al-Musawi Imam Ali bahkan
berpendapat tidak adanya teks penunjukan atasdirinya yang dating dari
langit. Shahabat-shabat yang hidup semasadengannya-pun berkeyakinan
serupa. Mereka juga berkeyakinan tidak ada yang“mencuri” khilafah dari
dirinya. Itu antara lain terbukti dari ungkapan imamAli yang termaktub
dalam Nahjul Balaghah yang menegaskanungkapan Ali : “Sesungguhnya
saya telah dibai’at oleh kelompok yang dahulumembai’at Abu Bakar, Umar,
Utsman dengan materi bai’at yang sama pula,sesungguhnya syura itu ada
pada al-Muhajirin dan al-Anshar. Apabila merekabersepakat terhadap
seseorang yang kemudian mereka angkat sebagai imam, mkayang demikian
itukah yang diridhai Allah. Apabila sesudah itu ada yang tidakpuas
dengan memunculkan fitnah atau bid’ah, mereka mengajak kepada
prinsipawal, tapi bila ia enggan maka mereka akan memeranginya, karena
ia telahmengikuti jalan yang bukan jalannya kaum beriman”.
Dalam sejarah dan perkembanganselanjutnya, aliran Syi’ah
terpecah terutama dalam penentuan imamiah.Setidaknya dalam sejarah
perkembangan Syi’ah, ada tiga sekte terbesar, yaitu.
A. Syi’ahDua Belas Imam atau Sekte Itsna ‘Asyariah
Di sebut Dua BelasImam, karena mereka meyakini bahwa yang berhak
memimpin kaum muslimin hanyalah paraImam dari ahul-bait, dan mereka juga
meyakini adanya 12 Imam. Dari sekianbanyak sekte dalam Syiah, sekte
inilah yang paling luas pengaruhnya dan palingbanyak pengikutnya.
Mayoritas mereka tinggal di Iran dan Irak. Sekte ini munculpada abad
ke-3 H, akan tetapi ada juga yang menyatakan bahwa sekte ini barumuncul
sesudah wafatnya imam ke-11 Hasan al-Askari dan ghaibnya imam yang
ke-12Muhammad Al-Mahdi Al-Muntazar tahun 260 H. Imam menurut sekte ini
adalah :
1. Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2. Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3. Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4. Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5. Muhammadbin Ali (676-743) dikenal Muhammadal-Baqir
6. Ja’far bin Muhammad (703-765) dikenal Ja’far Ash-Shadiq
7. Musa bin Ja’far (745-799) dikenal Musa al-Kadzim
8. Alibin Musa (765-818) dikenal Ali Ar-Ridha
9. Muhammadbin Ali (810-835) dikenal Muhammadal-Jawad atau Muhammad at-Taqi
10. Alibin Muhammad (827-868) dikenal dengan Alial-Hadi
11. Hasanbin Ali (846-874) dikenal Hasan al-Askari
12. Muhammadbin Hasan (868- ) dikenal Muhammad al-Mahdi
Menurutkeyakinan sekte ini bahwa Imam yang ke-12 yang mereka sebut
Al-Qoim atauAl-Muntazar akan muncul dan sedang ditunggu-tungu. Dan pada
saat kemunculannya,menurut sekte ini yang akan dilakukan oleh imam
ke-12 adalah :
1). Menghunuspedang dan membunuhi orang Arab
Al-Majlisimeriwayatkan bahwa Al-Muntazar akan berjalan ditengah
orang Arab sepertidisebutkan dalam Al-Jufri Al-Ahmar, yaitu membunuhi
mereka. (bihar Al-Anwar,52/318). Tidak ada yang tersisa dengan orang Arab selain pembantaian. (BiharAl-Anwar 52/349) . Hati-hatilah
terhadap orang Arab, karena mereka memilikikabar buruk, maka
sesungguhnya tidak akan keluar seorangpun dari mereka bersamaAl-Qaim (Bihar Al-Anwar, 52/333)
2). MenghancurkanMasjidil Haram dan Masjid Nabawi
Al-Majlisimeriwayatkan : Sesungguhnya Al-Qaim akan merobohkan Masjidil Haram danMasjid nabawi sehingga rata dengan pondasinya.
(Bihar al-Anwar 52/338).Al-Faidh al-Kasyani meriwayatkan : Wahai para
penduduk Kufah, Allah azza wajalla telah menghadiahkan kepada kamu
sekalian keutamaan yang tidak dihadiahkankepada seorangpun. Tempat
shalat kamu adalah rumah Adam, rumah Nuh dan rumahIdris serta tempat
shalatnya Nabi Ibrahim. Tidak akan pergi hari-hari sehinggahajar Aswad
ditanam didalamnya. (Al-Wafi 1/215)
3). MenegakkanHukum Keluarga Daud
Dari AbuAbdillah : Jika Al-Qaim dari keluarga Muhammad muncul, dia akan berhukumdengan hukum Daud dan Sulaiman.
(al-Ushul min al-Kafi 1/397). Al-Majlisimeriwayatkan bahwa Al-Qaim akan
membawa ajaran baru, kitab yang baru dan hukumyang baru. (Bihar
al-Anwar 52/354)
B. SekteZaidiyah
Sekte ini merupakan pengikut Zaid binAli bin Husain bin Abi Thalib, atau ada yang menyebutnya dengan Syi’ah Lima Imam.
Sekte ini dianggapmoderat karena golongan ini tidak menganggap bahwa
ketiga khalifah sebelum Alibin Abi Thalib tidak sah. Urutan Imam sekte
ini adalah :
1. Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2. Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3. Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4. Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5. Zaidbin Ali (658-740) dikenal Zaid bin Aliasy-Syahid
C. SekteIsmailiyyah
Disebut juga Syi’ah Tujuh Imam, karena mereka meyakinitujuh Imam, dan
mereka percaya bahwa Imam ke-7 ialah Ismail. Adapun urutanImamnya adalah
:
1. Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2. Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3. Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4. Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5. Muhammadbin Ali (676-743) dikenal Muhammadal-Baqir
6. Ja’far bin Muhammad (703-765) dikenal Ja’far Ash-Shadiq
7. Ismail bin Ja’far (721-755), adalah anakpertama Ja’far Ash-Shadiq atau kakak Musa al-Kadzim
Fakta historis tentang adanya perbedaan pendapat
bahkanperselisihan internal Syi’ah dalam penentuan Imam dikalangan
Syi’ah. Olehkarena itu Fakhruddin ar-Razi mengatakan : “Ketahuilahbahwa
adanya perbedaan yang sangat besar tersebut, merupakan bukti
kongkrettentang tidak adanya wasiat teks penunjukkan yang jelas dan
berjumlah banyaktentang Imam yang dua belas seperti yang mereka klaim
itu”.
Ada juga sementara kalangan yang merumuskan kategorisasiSyi’ah menjadi tiga golongan, yaitu :
1. Syi’ah Ghulat, yaitugolongan yang diantara fahamnya
bahwa Jibril itu sudah salah alamatmenyampaikan wahyu, yang seharusnya
kepada Ali bin Abi Thalib. Bahkan golonganini sampai menuhankan Ali bin
Abi Thalib.
2. Syi’ah Rafidhah,yaitu golongan yang melakukan
penghinaan, pelecehan, penistaan terhadap parashahabat, termasuk
sebagian istri Nabi saw. Syi’ah ini ada yang memberikanistilah ahlu al-bida’ wa al-ahwa.
3. Syi’ah Mu’tadilah(moderat), yaitu golongan yang lebih mengutamakan Ali bin Abi Thalib diataspara shahabat yang lain.
PERISTIWA GHADIR KHUM
Ghadir Khum adalah sebuah kebun yang terletak
antarakota Makkah dan Madinah tepatnya di dekat Juhfah. Peristiwaini
terjadi sepulang dari Haji Wada’ sebelum wafatnya Nabi kira-kira 3
bulan. Jarakantara keduanya adalah lebih kurang 200 mil.
Dalamkejadian sejarah menurut tradisi syiah,tempat ini menjadi terkenal sebagai tempat penobatan Ali bin AbuThalib sebagai Wali dan Khalifah Ar-Rasyidin yang dilakukanoleh Nabi Muhammad saw,yang terjadi setelah Haji Wada' lebih kurang pada tanggal 18 Zulhijjah, tahun10 Hijrah (kurang lebih 15 Mac 632 Masihi).
Menurutriwayat dari Al-Ya'kubidalam kitab Tarikh-nya Jilid II Menyebutkan suatu peristiwa sebagai berikut.
Dalam perjalan pulangke Madinah seusai menunaikan ibadah haji
(Hijjatul-Wada'),malam hariRasulullah saw bersama rombongan tiba di
suatu tempat dekat Jifrah yangdikenali denagan nama "GHADIR KHUM." Hari
itu adalah hari ke-18bulan Zulhijjah.
Beliaukeluar dari kemahnya kemudia berkhutbah didepan jamaah sambil
memegangtangan Imam AliBin Abi Talib r.a.Dalam khutbahnya itu antara
lain beliauberkata : "Barang siapamenanggap aku ini pemimpinnya, maka
Ali adalah pemimpinnya.Ya Allah, pimpinlahorang yang mengakui
kepemimpinannya dan musuhilah orang yang memusuhinya"
GolonganSyiah yakin bahwa Nabi telah mengangkat Ali menjadi imam di
sebuah tempat airyang disebut Khum. Maka jadilah peristiwa ini disebut
sebagai peristiwa ghadirkhum. Syiah yakin bahwa Nabi mengangkat Ali
menjadi imam, dan kaum muslimintelah membaiat Ali. Tapi yang terjadi
adalah sahabat berkhianat pada baiatGhadir Khum, dan mengangkat Abubakar
menjadi khalifah.
Dan syiah menganggap hari Ghadir Khum adalahhari raya terbesar
dalam Islam. Ghadir Khum lebih besar dari hari raya IdulFitri dan Idul
Adha. At Thusi menyebutkan dalam Tahdzibul Ahkam, jilid 6 hal 24bahwa: Hari
raya ghadir adalah hari rayayang paling agung di alam ini. Bukan hanya
di bumi, tapi di alam semesta. Bukanhanya untuk kaum muslimin, tapi
untuk seluruh manusia dengan berbagai agama dankepercayaannya. Hari raya
ghadir adalah hari raya teragung di jagad raya ini.
Yang lebihparah lagi, Majlisi meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad
shallallahu alaihiwasallam pernah bersabda: hari Ghadir Khum adalah hari
raya terbaik umatku.Lihat Biharul Anwar jilid 37 hal 109.
Majlisimeriwayatkan dari perawi Sulaim bin Qais, bahwa surat Al Maidah ayat 3 yangberbunyi:
Padahari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamunikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama
bagimu.
Adalah turun setelah Nabi mengangkat Ali binAbi Thalib menjadi
khalifah di Ghadir Khum. Nabi saw. bersabda setelah turunnyaayat ini: Allahu Akbar atas kesempurnaanagama dan nikmat, dan Allah meridhai risalahku dan kepemimpinan Alisepeninggalku. Biharul Anwar jilid 37 hal 195. Padahal ayat itu turun dipadang Arafah, bukan di Ghadir Khum.
Bahkan dalamkitab syiah juga memuat riwayat keutamaan hari raya ghadir khum, sepertidibawah ini :
DariAbdurrahman bin Salim, dari ayahnya: aku bertanya pada Abu
Abdillah : apakahkaum muslimin memiliki hari raya selain hari Jum’at,
Idul Adha dan Idul Fitri?Abu Abdullah menjawab: ya, hari raya yang lebih
besar kehormatannya. Akubertanya: hari raya apakah itu, semoga diriku
dijadikan tebusanmu? Abu Abdullahberkata: hari saat Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam melantik AmirulMukminin, dan berkata: siapa
yang menjadikan aku sebagai khalifahnya, maka Aliadalah khalifahnya. Aku
bertanya: hari apakah itu? Abu Abdillah menjawab: apayang kamu akan
perbuat dengan hari, hari-hari setahun adalah berulang, tetapihari itu
adalah hari 18 Dzulhijjah. Aku bertanya: Apa yang sebaiknya kamilakukan
di hari itu? Abu Abdullah berkata: kalian berdzikir pada Allah di
hariitu dengan berpuasa, beribadah dan menyebut Muhammad dan keluarga
Muhammad. DanRasulullah shallallahu alaihi wasallam mewasiatkan pada Ali
agar menjadikanhari itu sebagai hari raya. Begitu juga para Nabi,
mereka berwasiat pada washimereka masing-masing, lalu menjadikan hari
itu sebagai hari raya. AlKafi jilid 4 hal 149, Al Wasa’il jilid 10 hal 44.
Al Mufid dan Abu Ja’far Ibnu Babawaih AlQummi, serta Abu
Ja’far At Thusi meriwayatkan dari Ja’far As Shadiq bahwa amalibadah pada
hari Ghadir, 18 Dzulhijjah setara amalan 80 bulan. TsawabulA’mal hal 100.
Dandalam hadits lain dari Abu Abdullah berkata: berpuasa pada hari ghadir khummenghapuskan dosa 60 tahun. Tsawabul A’mal hal 100. Tahdzib jilid 4 hal305, Al Faqih: jilid 2 hal 90, Al Khishal hal 264, Al Wasa’il jilid 10 hal 442.
Tapi sepertinya Ali dan paraimam menyelisihi wasiat
Nabi ini, karenatidak ada yang pernah merayakan hari raya ini. Ali bin
Abi Thalib tidak pernahmerayakannya.
Berbeda dengan syiah, merekamengadakan amalan
khusus pada hari raya ghadir ini, dengan berdasar padakitab-kitab
mereka. Jika dalam kitab mereka ada riwayat-riwayat keutamaannya,sudah
tentu ada riwayat yang menjelaskan adab-adab hari itu. Tapi Ali bin
AbiThalib tidak pernah merayakan itu. Begitu juga Hasan dan Husein. Lalu
dari manariwayat itu berasal? Kita yakin syiah sendiri tidak bisa
menjawab. Itulahpandangan syiah tentang ghadir khum.
PENGKHIANATAN DAN KEKEJAMAN SYI’AH
Sejakawal kemunculannya Syi’ah, yang menjadi target dan
incaran mereka adalah ahlussunnah(sunni). Hal ini dilandasi oleh
keyakinan yang mengkafirkan dan menghalalkandarah orang atau kelompok
yang berada diluar mereka.
Dalamkitab wafayat al-A’yan (II/192),
IbnuKhalikan menceriterakan tentang seorang juru dakwah Syi’ah yang
bernama Husainbin Ahmad bin Muhammad bin Zakariya ash-Shan’any, yang
mempunyai julukan AbuAbdillah Asy-Syi’I saat masuk wilayah Afrika. Ia
terus melakukan kegiatandakwah disana hingga ia berhasil menguasainya.
AbuAbdillah Asy-Syi’I inilah yang berhasil
meyakinkan kaum muslimin untuk menerimaAbu Ubaidullah al-Qaddah sebagai
imam dakwah, sehingga mereka membai’atnya.Lalu Ubaidullah ini menggelari
dirinya sebagai al-Mahdi dan mendirikan daulahUbaidiyah yang kemudian
lebih dipopulerkan dengan sebutan Daulah Fathimiyyah. Padahal pada hakekatnya merupakan daulah yangberaliran kebathinan.
Diantarakejahatan yang dilakukan oleh Ubaidullah
ini, suatu kali kudanya masuk kedalammasjid. Lalu rekan-rekannya ditanya
tentang hal tersebut, mereka menjawab, “Sesungguhnya kencing dan kotoran kuda itusuci, sebab ia adalah tunggangan al-Mahdi.
Pengurus masjid tersebutmengingkarinya ucapan tersebut. Maka reka-rekan
Ubaidullah membawanya kehadapanal-Mahdi (Ubaidullah). Dan Akhirnya
pengurus masjid itupun dibunuhnya. Ibnu Adzaraberkata, “Sesungguhnya
diakhir hayatnyaUbaidullah ditimpa sebuah penyakit yang sangat
mengerikan yaitu adanya cacingyang keluar dari duburnya dan kemudian
memakan kemaluannya. Begitulahkeadaannya sampai kematian merenggutnya” (lihat Akhbar Muluk Bani Ubaid tulisan Ash-Shanhaji hal.96).
AbuSyamah (Al-Raudhatain fi akhbarial-Daulatain hal.201)
berkomentar tentang sosok Ubaidullah ini danmengatakan, “Ia adalah
seorang zindik (kafir), dan merupakan musuh Islam.Menunjukkan diri
sebagai Syi’ah dan berupaya keras untuk menghilangkan agamaIslam. Ia
banyak membunuh para fuqaha, ahli hadits, orang-orang shaleh.Diantara
ulama yang mereka bunuh adalah Abu Bakar an-Nabilisi, Muhammad
binal-Hubulli, juga Ibnu Khairun Abu ja’far Muhammad bin Khairun
al-Mu’afiri.
Melaluirekaman sejarah yang telah dipaparkan oleh
sebagian ulama, menyerahkan amanatdan kepemimpinan (jabatan) kepada kaum
Syi’ah merupakan tindakan bunuh diriyang akan membahayakan umat
(Islam). Karena sejarah telah membuktikanpengkhianatan yang mereka
lakukan terhadap kaum muslimin, khususnya kepadaAhlus-sunnah (sunni).
TRAGEDIDAN TANAH KARBALA
Saatmembicarakan peristiwa darah di Karbala, maka semua
tertuju pada sosok Huseinbin Ali bin Abi Thalib sebagai syuhada dan
pahlawan, sementara Yazid binMu’awiyah seolah sebagai pembantai
danpenghianat. Bahkan bagi kaum Syi’ahtersebut dijadikan tonggak
sejarah untuk membangkitkan dendam kesumat terhadapkekhalifahan Yazid.
Benarkah tragedy Karbala yang terus-menerus dipropagandakankaum Syi’ah
merupakan tindakan khalifah Yazid bin Mu’awiyah terhadap Husain binAli
bin Abi Thalib?
SayyidMuhsin Al-Amin seorang ulama Syi’ah dalam bukunya A’yanus-Syi’ah (1 :34), menulis : “Saat
Muslim bin Aqil, panglima tentara Husain bin Ali terbunuh, makaHusain
menuntut para pendukungnya untuk memenuhi janji membela Al-Husain.
Jikatidak, Husain akan meninggalkan Kufah, pulang ke Makkah. Ternyata
kaun Syi’ahyang semula berjanji membela Husain, malah meninggalkannya.
Mereka menentangdan menyerahkan Husain kepada musuh, sampai Husain
terbunuh bersama beberapakeluarganya. Kemudian 20.000 orang Irak yang
semula membai’at Husain ternyatamengkhianatinya bahkan melawannya.
Mereka mengingkari bai’at yang dinyatakannyadan sekaligus membunuhnya.
Senadadengan pernyataan diatas, tokoh Syi’ah keturunan Yahudi Al-Ya’qubi dalambukunya Tarikh al-Ya’qubi (1/235)menyatakan,“bahwa
setelah penduduk Kufah berhasilmembunuh Husain, mereka merampok
hartanya, merampas wanita-wanita keluarganyadn memboyong mereka ke Kufah
…”
Daripernyataan atau pengakuan dua ulama besar Syi’ah, bias kita katakan bahwa tragedy Karbala merupakan
dramapengkhianatan Syi’ah terhadap ahlul-bait. Dan untuk memanipulasi
sejarah merekamenyelenggarakan peringatan tragedy tersebut dengan
melakukan pemukulan badanatau penyiksaan diri. Hal inipun dilakukan
bukan oleh para pemimpinnya ataukalangan tokoh-tokohnya, melainkan
dilakukan oleh rakyat jelata.
Disampingitu untuk mengelabui, mereka jadikan
tanah Karbala tempat gugurnya Husainsebagai tempat sangat disucikan.
Bahkan tanah Karbala menurut Syi’ah lebihutama dari pada Ka’bah.
Disebutkan dalam al-Bihar, dari Abi Abdullah, berkata,Sesungguhnya Allah
menurunkan wahyunya kepada Ka’bah dengan mengatakan, “Jika bukan
karena tanah Karbala, Aku tidakmengutamakanmu. Jika bukan imam yang
bersemayam ditanah Karbala, Aku tidakmenciptakanmu. Aku tidak
menciptakan masjid yang engkau banggakan, diamlah kamujangan bertingkah,
jadilah kamu tumpukan dosa, hina, yang dihinakan dan jangansombong
kepada tanah Karbala, jika tidak, Aku hempaskan kau ke nerakaJahannam..”
SYI’AH DARI MASA KE MASA
Dibawah ini adalah ringkasan sejarah kelompok Rafidhah
(sebutan yang diberikanpara ulama terhadap aliran Syi’ah), kanker yang
menggerogoti umat islam danpenyakit yang menular, dibawah ini merupakan
sebagian dari peristiwa-peristiwanyata dan penting yang pernah dilalui
dalam sejarah mereka. Semoga ringkasansingkat ini mampu membuka
pandangan mayoritas Ahlus Sunnah yang telah termakanisu dan
slogan-slogan pendekatan antara Islam dan Rafidhah.
14 H.Pada tahun inilah pokok dan asas dari kebencian kaum
Rafidhah terhadap Islamdan kaum muslimin, karena pada tahun ini meletus
perang Qadisiyyah yangberakibat takluknya kerajaan Persia Majusi, nenek
moyang kaum Rafidhah. Padawaktu itu kaum muslimin dibawah kepemimpinan
Umar bin Khattab ra.
16 H. Kaummuslimin berhasil menaklukkan ibu kota kekaisaran
Persia, Mada’in. Dengan inihancurlah kerajaan Persia. Kejadiaan ini
masih disesali oleh kaum Rafidhahhingga saat ini.
23 H. Abu Lu’lu’ah Al-Majusi yang dijulukiBaba ‘Alauddin oleh kaum
Rafidhah membunuh khalifah Umar bin KhattabRadhiyallahu ‘anhu. Dan ini
merupakan salah satu simbol mereka dalam memusuhiIslam.
34 H.Munculnya Abdullah bin saba’, si yahudi dari yaman yang
dijuluki Ibnu Sauda’berpura-pura masuk Islam, tapi menyembunyikan
kekafiran dalam hatinya. Diamenggalang kekuatan dan melancarkan
provokasi melawan khalifah ketiga Utsmanbin Affan Radhiyallahu ‘anhu
hingga khalifah tersebut dibunuh oleh parapemberontak karena fitnah yang
dilancarkan oleh Ibnu Sauda’ (Abdullah binSaba’) pada tahun 35 H.
Keyakinan yang diserukan oleh Abdullah bin Saba’ iniberasal dari
pokok-pokok ajaran Yahudi, Nasrani dan Majusi yaitu menuhankan Alibin
Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, wasiat, raj’ah, wilayah, keimamahan,
bada’dan lain-lain.
36 H.Malam sebelum terjadinya perang Jamal, kedua belah pihak
telah sepakat untukberdamai. Mereka bermalam dengan sebaik-baik malam
sementara Abdullah bin Saba’beserta pengikutnya bermalam dengan penuh
kedongkolan. Lalu dia membuatprovokasi kepada kedua belah pihak hingga
terjadilah fitnah seperti yangdiinginkan oleh Ibnu Saba’. Pada masa
kekhilafahan Ali bin Abi Thalib, kelompokAbdullah bin Saba’ datang
kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu serayaberkata, “Kamulah,
kamulah!!” Ali bin Abi Thalib menjawab: “Siapakah saya?”,mereka berkata:
“Kamulah sang pencipta!”, lalu Ali bin Abi Thalib menyuruhmereka untuk
bertaubat tapi mereka menolak. Kemudian Ali bin Abi Thalibmenyalakan api
dan membakar mereka.
41 H.Tahun ini adalah tahun yang paling dibenci oleh kaum
Rafidhah karena tahun inidinamakan tahun jama’ah (tahun persatuan) kaum
muslimin dibawah pimpinan sangpenulis wahyu, khalifah Mu’awiyah bin Abi
Sufyan Radhiyallahu ‘anhu, dimanaHasan bin Ali bin Abi Thalib
menyerahkan kekhilafahan kepada Mu’awiyah. Makadengan ini surutlah tipu
daya kaum Rafidhah.
61 H. Padatahun ini Husein bin Ali Radhiyallahu ‘anhu terbunuh
di karbala yaitu pada harike-10 bulan muharram setelah ditinggalkan oleh
para penolongnya dan diserahkankepada pembunuhnya.
260H. Hasan Al-Askari meninggal dunia, namun kaum
Rafidhahmenyangka bahwa imam ke-12 yang ditunggu-tunggu (Muhammad bin
Al-HasanAl-Askari) telah bersembunyi di sebuah sirdab (ruang bawah
tanah) di samurra’dan akan kembali lagi ke dunia.
277H. Munculnya gerakan Al-Qaramithah beraliran Rafidhah
didaerah kufah dibawah kendali Hamdan bin Asy’ats yang dikenal dengan
julukanQirmith.
278H. Munculnya gerakan Al-Qaramithah beraliran Rafidhah didaerah Bahrain dan Ahsa’ yang dipelopori oleh Abu Sa’id Al-Janabi.
280H. Munculnya kerajaan Zaidiyah beraliran Rafidhah diSha’dah
dan Shan’a daerah Yaman, dibawah kepemimpinan Al-Husein bin
Al-QasimAr-Rasiy.
297H. Munculnya kerajaan Ubaidiyin di Mesir dan Maghrib(Maroko) yang didirikan oleh Ubaidillah bin Muhammad Al-Mahdi.
317 H. AbuThahir Ar-Rafidhi Al-Qurmuthi sampai dan memasuki kota
Mekah pada hari tarwiyah(8 Dzulhijjah) lalu membunuh para jamaah haji
di masjidil Haram sertamencongkel hajar Aswad dan membawanya ke tempat
ibadah mereka di Ahsa’. Dan hajarAswad itu berada disana sampai tahun
355 H. Kerajaan mereka tetap eksis diAhsa’ hingga tahun 466 H. Pada
tahun ini berdirilah kerajaan Hamdaniyah diMousul dan Halab kemudian
tumbang pada tahun 394 H.
329H. Pada tahun ini Allah telah menghinakan kaum Rafidhahkarena
pada tahun ini dimulailah Ghaibah Al-Kubra atau menghilang
selamanya.Menurut mereka, imam Rafidhah yang ke-12 telah menulis surat
dan sampai kepadamereka yang bunyinya: “Telah dimulailah masa
menghilangku dan aku tidak akankembali sampai masa yang diizinkan oleh
Allah, maka barangsiapa yang mengatakanbahwa dia telah berjumpa denganku
maka dia adalah pendusta dan telah tertipu.”Semua ini mereka lakukan
dengan tujuan menghindari akan banyaknya pertanyaanorang-orang awam
kepada ulama mereka tentang keterlambatan Imam Mahdi keluardari
persembunyiannya.
320-334H. Munculnya kerajaan Buwaihiyah beraliran Rafidhah
didaerah Dailam yang didirikan oleh Buwaih bin Syuja’. Mereka
membuatkerusakan-kerusakan di kota Baghdad, Iraq, sehingga orang-orang
bodoh pada masaitu mulai berani memaki-maki para Sahabat Radhiyallahu
‘anhum.
339H. Hajar Aswad dikembalikan ke Mekkah atas rekomendasi daripemerintahan Ubaidiyah di mesir.
352 H.Pemerintahan Buwaihiyun mengeluarkan peraturan untuk
menutup pasar-pasar padatanggal 10 muharram dan meliburkan semua
kegiatan jual beli. Lalu para wanitakeluar rumah tanpa mengenakan jilbab
dengan memukul-mukul diri mereka dipasar-pasar. Pada saat itulah
pertama kali dalam sejarah diadakan perayaankesedihan atas meninggalnya
Husein bin Ali bin Abi Thalib.
358H. Kaum Ubaidiyun beraliran Rafidhah menguasai Mesir.
Salahsatu pemimpinya yang terkenal adalah Al-Hakim Biamrillah yang
mengklaim dirinyasebagai Tuhan dan menyeru kepada ajaran reinkarnasi.
Dengan runtuhnya kerajaanini pada tahun 568 H muncullah gerakan Druz
yang berfaham kebatinan.
402H. Keluarnya pernyataan kebatilan nasab Fatimah
yangdigembar-gemborkan oleh penguasa kerajaan Ubaidiyah di Mesir dan
menjelaskan ajaranmereka yang sesat dan mereka adalah zindiq dan telah
dihukumi kafir oleh seluruulama’ kaum muslimin.
408H. Penguasa kerajaan Ubaidiyah di Mesir yang bernamaAl-Hakim
Biamrillah mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan. Salah satu
darikehinaannya adalah dia berniat untuk memindahkan kubur Nabi
Sallallahu ‘AlaihiWasallam dari kota madinah ke mesir sebanyak 2 kali.
Yang pertama adalah ketikadia disuruh oleh beberapa orang zindik untuk
memindahkan jasad Nabi SallallahuAlaihi Wasallam ke Mesir. Lalu dia
membangun bangunan yang megah dan menyuruhAbul Fatuh untuk membongkar
kubur Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam lalumasyarakat tidak rela dan
memberontak sehingga membuat dia mengurungkanniatnya. Yang kedua ketika
mengutus beberapa orang untuk membongkar kuburanNabi. Utusan ini tinggal
didekat mesjid dan membuat lobang menuju kubur NabiSallallahu ‘Alaihi
Wasallam. Lalu makar itupun ketahuan dan utusan tersebutdibunuh.
483H. Munculnya gerakan Al-Hasyasyin yang menyeru kepadakerajaan
Ubaidiyah berfaham Rafidhah di Mesir didirikan oleh Al-Hasan
As-Shabahyang berketurunan darah persia. Dia memulai dakwahnya di
wilayah persia tahun473 H.
500H. Penguasa Ubaidiyun membangun sebuah bangunan yang megahdi
Mesir dan diberi nama mahkota Al-Husein. Mereka menyangka bahwa
kepalaHusein bin Ali bin Abi Thalib dikuburkan di sana. Hingga saat ini
banyak kaumRafidhah yan pergi berhaji ke tempat tersebut. Kita bersyukur
kepada Allah atasnikmat akal yang diberikan kepada kita.
656H. Penghianatan besar yang dilakukan oleh Rafidhah
pimpinanNasiruddin At-Thusi dan Ibnul Alqomi yang bersekongkol dengan
kaum TartarMongolia sehingga kaum Tartar masuk ke Baghdad dan membunuh
lebih dari 2 jutamuslim dan membunuh sejumlah besar dari Bani Hasyim
yang seolah-olah dicintaioleh kaum Rafidhah. Pada tahun yang sama
muncullah kelompok Nushairiyah yangdidirikan oleh Muhammad bin Nusair
berfaham Rafidhah Imamiyah.
907H. Berdirinya kerajaan Shafawiyah di Iran yang didirikanoleh
Syah Ismail bin Haidar Al-Shafawi yang juga seorang Rafidhah. Dia
telahmembunuh hampir 2 juta muslim yang menolak memeluk madzhab
Rafidhah. Pada saatmasuk ke Baghdad dia memaki-maki Khulafa’ Rasyidin di
depan umum dan membunuhsiapa saja yang tidak mau memeluk madzhab
Rafidhah. Tak ketinggalan pula diamembongkar banyak kuburan orang-orang
Sunni (Ahlus Sunnah) seperti kuburan ImamAbu Hanifah.
Termasukperistiwa penting yang terjadi pada masa kerajaan Shafawiyah
adalah ketika ShahAbbas berhaji ke Masyhad untuk menandingi dan
memalingkan orang-orang yangmelakukan haji ke Mekah. Pada tahun yang
sama Shadruddin Al-Syirazi memulaidakwahnya kepada madzhab Baha’iyah.
Mirza Ali Muhammad Al-Syirazi mengatakanbahwa Allah telah masuk ke dalam
dirinya, setelah mati dia digantikan olehmuridnya Baha’ullah. Sementara
itu di India muncul kelompok Qadiyaniyahpimpinan Mirza Ghulam Ahmad
yang mengatakan bahwa dirinya ialah Nabi dankeyakinan-keyakinan lainnya
yang batil. Kerajaan Safawiyah berakhir pada tahun1149 H.
1218H. Seorang Rafidhah dari Irak datang ke daerah Dar’iyah
diNajd dan menampakkan kesalehan serta kezuhudannya. Pada suatu hari,
dia shalatdi belakang Imam Muhammad bin Su’ud lalu diapun membunuhnya
ketika sedang sujuddalam shalat Ashar dengan menggunakan belati yang
disembunyikan dan telahdipersiapkannya. Semoga Allah memerangi kaum
Rafidhah para pengkhianat.
1289H. Pada tahun ini buku Fashlul Khitab fi Itsbati
TahrifiKitabi Rabbil Arbab (kalimat penjelas bahwa kitab Allah telah
diselewengkan dandiubah) karangan Mirza Husain bin Muhammad An-Nuri
At-Thibrisi. Kitab inimemuat pendapat dan klaim-klaim Rafidhah
bahwasanya Al-Qur’an yang ada saat initelah diselewengkan, dikurangi dan
ditambah.
1366H. Sebuah majalah Rafidhah dengan nama Birajmil Islamterbit
dengan memuat syair-syair yang mengutamakan tanah karbala atas
MekkahAl-Mukarramah.
Iakarbala tanah membentang, thawaflah tujuh kali pada tempat kediamannya,
Tanahmekkah tak memiliki keistimewaan dibanding keistimewaannya,
Sebongkahtanah, meski hamparan gersang adanya,
Mendekatdan mengangguk-angguk bagian atasnya kepada bagian yang dibawahnya.
1389H. Khomeini menulis buku Wilayatul faqih dan
Al-HukumahAl-Islamiyah. Sebagian kekafiran yang ada pada buku tersebut
(Al-HukumahAl-Islamiyah, hal. 35) : Khomeini berkata bahwa termasuk
keyakinan pokok dalammadzhab kami adalah bahwa para imam kami memiliki
posisi yang tidak dapatdicapai oleh para malaikat dan para Nabi
sekalipun.
1399H. Berdirinya pemerintahan Rafidhah di Iran yang
didirikanoleh penghianat besar Khomeini setelah berhasil menumbangkan
pemerintahan Syahdi Iran. Ciri khas negara Syi’ah Iran ini adalah
mengadakan demonstrasi dantindakan anarkis atas nama revolusi Islam di
tanah suci Mekah pada hari muliayaitu musim haji pada setiap tahun.
1400H. Khomeini menyampaikan pidatonya pada peringatan
lahirnyaImam Mahdi fiktif mereka pada tanggal 15 sya’ban. Sebagian
pidatonya berbunyidemikian : “Para Nabi diutus Allah untuk menanamkan
prinsip keadilan di mukabumi tapi mereka tidak berhasil, bahkan Nabi
Sallallahu ‘Alaihi Wasallam yangdiutus untuk memperbaiki kemanusiaan dan
menanamkan prinsip keadilan tidakberhasil.. yang akan berhasil dalam
misi itu dan menegakkan keadilan di mukabumi serta dapat meluruskan
segala penyimpangan adalah Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu….”Begitulah
menurut Khomeini para Nabi telah gagal, termasuk Nabi MuhammadSallallahu
‘Alaihi Wasallam sementara revolusi kafirnya dianggapnya sebagai
suatukeberhasilan dan keadilan.
1407H. Jamaah haji iran mengadakan demonstari besar-besaran dikota Mekah pada hari jum’at di musim haji tahun 1407 H.
Mereka melakukan tindakan perusakan di kota Mekah sepertiyang telah
dilakukan oleh nenek moyang mereka kaum Al-Qaramithah, merekamembunuh
beberapa orang aparat keamanan dan jamaah haji, merusak dan
membakartoko, menghancurkan dan membakar mobil-mobil beserta mereka yang
ada didalamnya. Jumah korban saat itu mencapai 402 orang tewas, 85 dari
mereka adalahaparat keamanan dan penduduk Saudi.
1408H. Mu’tamar Islam yang diadakan oleh Liga Dunia Islam diMekah mengumumkan fatwa bahwa Khomeini telah kafir.
1409H. Pada musim haji tahun ini kaum Rafidhah
meledakkanbeberapa tempat di sekitar Masjidil Haram di kota Mekah.
Mereka meledakkan bomitu tepat pada tanggal 7 Dzulhijjah dan
mengakibatkan tewasnya seorang jamaahhaji dari Pakistan dan melukai 16
orang lainnya serta mengakibatkan kerusakanmateri yang begitu besar. 16
pelaku insiden itu berhasil ditangkap dan dijatuhihukuman mati pada
tahun 1410 H.
1410H. Khomeini meninggal dunia, semoga Allah memberinyabalasan
yang setimpal. Kaum Rafidhah membangun sebuah bangunan diataskuburannya
yang menyerupai ka’bah di Mekah,
Dan akansenantiasa terus berulang sejarah tentang peristiwa dan
pengkhianatan merekadengan tujuan menghancurkan islam dan melemahkan
kita kaum muslimin,
PERBEDAAN MENDASAR ANTARA SUNNI-SYI’AH
Banyak yangmenyangka dan berpendapat bahwa perbedaan antara
Ahlussunnah Waljamaah (sunni)dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah
(Ja’fariyah) atau Syi’ah Rafidhahdianggap sekedar dalam masalah khilafiyahFuru’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan PERSIS atau Muhammadiyah,antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.
Karenanyadengan adanya “ribut-ribut” masalah Sunni dengan Syiah, mereka
berpendapat agarperbedaan pendapat tersebut tidak perlu
dibesar-besarkan. Selanjutnya merekaberharap, apabila antara NU dengan
Muhammadiyah sekarang bisa diadakanpendekatan-pendekatan demi Ukhuwah
Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah danSunni tidak dilakukan ?.
Oleh karena itu,disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka
menjadi penonton dantidak ikut berkiprah. Apa yang mereka harapkan
tersebut, tidak lain dikarenakanminimnya pengetahuan mereka mengenai
aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja’fariyah). Sehingga apa yang
mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yangmereka ketahui.
Semua itudikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat
ajaran Syiah ImamiyahItsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan
berkomentar, sebelum memahamipersoalan yang sebenarnya. Sedangkan apa
yang mereka kuasai, hanya bersumberdari tokoh-tokoh Syiah yang sering
berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiahseperti perbedaan antara
Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i.
Padahalperbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya
dalam masalahFuru’iyah saja. Sedang perbedaan antara Sunni dengan Syiah
Imamiyah ItsnaAsyariyah (baca : Islam dan Syi’ah) maka
perbedaan-perbedaannya disamping dalamFuruu’ juga dalam Ushuul.
Rukun Imanmereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga
berbeda, begitu pulakitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai
pengakuan sebagian besarulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur'an mereka juga
berbeda dengan Al-Qur'an kita(Ahlussunnah).
Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura(taqiyah) mengatakan bahwa
Al-Qur'annya sama, maka dalam menafsirkanayat-ayatnya sangat berbeda dan
berlainan.
Sehinggatepatlah apabila ulama-ulama sunni mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agamatersendiri.
Melihatpentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan
sebagian dariperbedaan antara aqidah Sunni dengan aqidah Syiah Imamiyah
Itsna Asyariyah(Ja’fariyah).
Sunni : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a) Syahadatain
b) As-Sholah
c) As-Shoum
d) Az-Zakah
e) Al-Haj
Syi’ah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
a) As-Sholah
b) As-Shoum
c) Az-Zakah
d) Al-Haj
e) Al wilayah
Sunni : Rukun Iman ada 6 (enam) :
a) Iman kepadaAllah
b) Iman kepadaMalaikat-malaikat Nya
c) Iman kepadaKitab-kitab Nya
d) Iman kepadaRasul Nya
e) Iman kepadaYaumil Akhir / hari kiamat
f) Imankepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syi’ah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
a) At-Tauhid
b) An Nubuwwah
c) Al Imamah
d) Al Adlu
e) Al Ma’ad
Sunni : Dua kalimat syahadat
Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an
Laailahaillallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah
dengan menyebutimam mereka.
Sunni : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun
iman.Adapun jumlah imam-imam sunni tidak terbatas. Selalu timbul
imam-imam, sampaihari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas(12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syi’ah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka,termasuk
rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua
belasimam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran
Syiahdianggap kafir dan akan masuk neraka.
Sunni : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) AliRadhiallahu anhum
Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak
diakuioleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin
Abi Thalib(padahal Imam Ali sendiri membai'at dan mengakui kekhalifahan
mereka).
Sunni : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidakmempunyai sifat Ma’shum.
Syi’ah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebutmempunyai sifat Ma'’hum, seperti para Nabi.
Sunni : Dilarang mencaci-maki para sahabat.
Syi’ah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan
Syiahberkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat,
mereka menjadimurtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena
para sahabatmembai'at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.
Sunni : Siti Aisyah dan Siti Hafshah istriRasulullah saw sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.
Syi’ah : Siti Aisyah dan Siti Hafshah dicaci-maki, difitnah,bahkan dikafirkan.
Sunni : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran danrujukan sunni adalah Kutubus-sittah :
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) AnNasa’i
Syi’ah : Kitab-kitab utama Syi’ah ada empat :
a) Al Kaafi
b) Al Istibshor
c) Man Laa YahDhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib(lihat kitab rujukan Syi’ah)
Sunni : Al-Qur'an tetap orisinil
Syi’ah : Al-Qur'an yang ada sekarang ini menurut pengakuan
ulamaSyiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi
dan ditambah).
Sunni : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat
kepadaAllah dan Rasul Nya. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang
tidak taatkepada Allah dan Rasul Nya.
Syi’ah : Surgadiperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam
Ali, walaupun orangtersebut tidak taat kepada Rasulullah. Neraka
diperuntukkan bagi orang-orangyang memusuhi Imam Ali, walaupun orang
tersebut taat kepada Rasulullah.
Sunni : Aqidah Raj’ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah
adalah besok diakhir zaman sebelumkiamat, manusia akan hidup kembali.
Dimana saat itu Ahlul Bait akan balasdendam kepada musuh-musuhnya.
Syi’ah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana
diceritakan: bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari
persembunyiannya.Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan
Rasulullah, Imam Ali, SitiFatimah serta Ahlul Bait yang lain.
Setelah mereka semuanya bai'at kepadanya,diapun selanjutnya
membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orangtersebut
disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan
kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
Sunni: Tanah suci adalah Mekkah dan Medinah (al-haramain)
Syi’ah: Tanah suci adalah Kufah, Karbala dan Qum
Sunni : Mut’ah (kawinkontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
Syi’ah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal.
HalalnyaMut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para
pemuda agarmasuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman
Khalifah Ali bin AbiThalib.
Sunni : Khamer/ arak tidak suci.
Syi’ah : Khamer/ arak suci.
Sunni : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidaksuci.
Syi’ah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap sucidan mensucikan.
Sunni : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangankiri hukumnya sunnah.
Syi’ah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kirimembatalkan shalat.
Sunni : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalatadalah sunnah.
Syi’ah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalatdianggap tidak sah/ batal shalatnya.
Sunni : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian danbagi orang yang mempunyai udzur syar’i.
Syi’ah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.
Sunni :Shalat jum’at wajib
Syi’ah: Shalat jum’at haram karena ketiadaan imam (ghaibah),sampai kemunculannya
Sunni : Shalat Dhuha disunnahkan.
Syi’ah : Shalat Dhuhatidak dibenarkan.
Sunni :Ada iddah bagi istri (baik di thalaq atau ditinggal mati suaminya)
Syi’ah : Tidak ada Iddah
Sunni :Shalat jenazah wajib wudhu (tanpa wudhu/bersuci tidak sah)
Syi’ah :Boleh shalat jenazah tanpa wudhu (bersuci)
Sunni: Shalat dua hari raya sunnat mu’akkadah
Syi’ah: Shalat dua hari raya wajib
Sunni :Shalat gerhana (khusuf/kusuf) sunnat
Syi’ah :Shalat gerhana (khusuf/kusuf) wajib
Sunni :Tidak ada surat al-Wilayah dalam Al-Quran
Syi’ah :al-Wilayah salah satu surat dalam Al-Quran
Danmasih banyak lagi diantara perbedaan baik dalam masalah ushul maupun furu’.
referensi: ghazi.abatasa.co.id
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar